Hikayah Bulan Rajab

Bulan Rajab termasuk bulan mulia yang layak dimulaikan dengan memperbanyak ibadah. Rasullullah bersabda: “Sesungguhnya bulan Rajab itu bulan milik Allah yang agung. Tak satu bulanpun yang mendekati kemuliaan dan keutamaannya. Pembunuhan dan peperangan dengan orang kafir pada saat itu diharamkan. Ingat, sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan Allah. Sya’ban adalah bulanku. Sementara Ramadhan adalah bulan milik umatku. Ingatlah, barang siapa berpuasa sehari saja pada bulan Rajab, maka dia layak mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari kemurkaan Allah. Baginya tertutup pintu-pintu neraka”.

Bulan Rajab, yang disebut “bulan Allah” terdiri dari tiga huruf: ra, jim dan ba. Setiap huruf memiliki arti sendiri-sendiri.Ra berarti rahmatun atau rahmat Allah; jim berarti juudun, kedermawanan Allah dan ba, berarti birrun, kebaikan Allah.

Diceritakan bahwa bulan Rajab sesudah berakhir naiklah ia ke langit dan ditanya oleh Tuhan :”Apakah mereka mencintaimu dan menghormatimu?”. Lalu berkata si Rajab setelah Tuhan mengulangi pertanyaan-Nya kedua dan ketiga kali : “Ya tuhanku! Engkaulah penutup segala aib dan memerintahkan hamba-Mu menutupi aib-aib sesamanya. Rasul-Mu memberi julukan tuli padaku. Aku telah mendengar taat dan ibadah hamba-hamba-Mu dan tidak mendengar maksiatnya”. Kemudian Allah SWT berfirman : Engkau adalah bulan-Ku beraib dan hamba-hambaKu pula beraib. Aku telah terima mereka dg segala aib-aibnya demi kehormatanmu sebagaimana Aku telah menerimamu dg aibmu dan dg satu penyesalan. Aku mengampuni mereka dan tidak mencatat maksiat-maksiatnya.

Diceritakan oleh Tsauban bahwa ia pada suatu ketika berjalan bersama Rasulullah SAW melewati suatu kuburan di mana Rasulullah SAW berhenti sejenak dan menangis tersedu-sedu. Kenapa Rasulullah menangis? tanya Tsauban, lalu bersabda Rasulullah SAW : “Hai Tsauban, Aku berdoa untuk mereka yg sedang disiksa dalam kuburnya maka diringankan oleh Allah siksanya. Coba mereka berpuasa satu hari dan tidak tidur satu malam dalam bulan Rajab, mereka tidak akan disiksa dalam kuburnya”. kemudian Tsauban bertanya : “Apakah puasa satu hari dan ibadah satu malam dalam bulan Rajab mencegah siksaan kubur?”. Rasulullah menjawab dan bersabda : “Hai Tsauban ! Demi Allah mengutus aku sebagai Nabi, tiada seorang muslim ataupun muslimah yg dg ikhlas dan selalu untuk Allah berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab, melainkan baginya dicatat oleh Allah pahala ibadah satu tahun puasa di waktu siangnya dan ibadah di waktu malamnya (Zubdatul Waa’zhiin).

Dihikayatkan bahwa di Baitul Maqdis ada seorang perempuan ahli ibadah, jika tiba bulan Rajab, ia membaca surat “Al Ikhlas” setiap hari 12 kali dengan melepas pakaian suteranya dan mengenakan pakaian yang kasar-kasar. Pada suatu ketika dalam bulan Rajab, ia jatuh sakit dan berwasiat pada puteranya, apabila ia mati supaya dikubur bersama pakaian kasarnya, akan tetapi si anak bahkan membungkus mayat ibunya dengan pakaian halusnya sekedar riya’. Syahdan, dalam mimpi si anak melihat ibunya seakan-akan marah sambil berkata padanya : “kenapa engkau tidak melaksanakan wasiatku?” tergugahlah si anak dari tidurnya dalam keadaan takut dan bergegas-gegas menggali kembali kuburan ibunya yang ternyata kosong tidak terdapat mayat dalamnya. Dalam keadaan terheran-heran, menyesal, ia menangis tersedu-sedu dan seketika itu terdengar suara kepadanya yang berkata : “Tidaklah engkau tahu, bahwa siapa yang mengagung-agungkan bulan Rajab tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kuburnya”.

عن أنس قال : كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إذا دخل رجب قال اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya :
Dari Anas bin Malik berkata : bahwa ketika Rasulullah memasuki bulan Rajab, Rasulullah berdo’a : Allahhumma barik lana fi rojaba wa sya’bana wa ballighna romadhona. ( Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan ).

Rujukan : Kitab Durrotun Nasikhin

Tentang Maz And

no comment
Pos ini dipublikasikan di STORY dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s